Aku mengurung diri dikamar,masih memikirkan apa yang akan dilakukan dad padaku,tiba tiba ada ketukan di pintu

“blue,aku boleh masuk?” Owh itu ernie, perawatku yang sudah kuanggap seperti mum dan kakakku sendiri.

Mum sudah meninggal ketika melahirkan ku,dan cinta pertamaku adalah dad, dad kuanggap ibu, ayah dan teman sekaligus”

Makan dulu blue,kau belum makan dari siang”Kata ernie lalu duduk disampingku”

“Aku tidak lapar er!” Kataku tegas, aku melihat makanan diatas nampan.. huft makanannya sungguh mengunggah selera ada macaroni scootle, sup jamur, daging panggang dan segelas susu

Perutku berbunyi” Blue,aku tau kau pasti lapar kan? kau belum makan dari siang.. blue.. aku sudah merawatmu sejak kecil,aku tau makanan kesukaanmu” Kata ernie lembut

Tak terasa aku meneteskan air mata kembali

“Ernie, aku butuh waktu sendiri,maaf ya” kataku

“Lalu makanannya?”

“Taruh saja di atas meja nanti juga kumakan” Kataku sembari mengambil hp ku lalu baring di kasur..Setelah ernie keluar,aku bangun lalu mengambil nampan dan makan lahap..

setelah makan aku mencoba menelepon joanna, sahabat karibku

Tuut tuut.. huft menyebalkan dehh joanna pasti melupakan hpnya.. dasar pikun

Aku merebahkan diri lalu melihat jam, 12:54!? Aku terbangun kaget

“Aku harus menyiapkan pakaianku” kataku lalu mengambil koper pink ku

Setelah itu aku tidur dengan perasaan tidak tenang..

Lanjut ke part 3 …….

Baca juga : Novel Bluish Part 1 Oleh Ririn Wulan

Tags:

1 Comment

Leave a Comment